Saat malam tiba di kafe remang-remang Cafe Bambu 1, seorang wanita menawan berbalut kerudung menemukan pojok tersembunyi. Wanita itu merasa desakan alam tak tak tertahankan . Dalam balik semak-semak hutan tersembunyi, dia memulai membuka hasratnya . Tanpa diduga, satu kamera mengintai merekam setiap pergerakannya . Pada lokasi berbeda, dua gadis berani mengambil tindakan saat kencing tegak di toilet . Mereka bertaruh dengan kesenangan tersembunyi itu serta dilihat oleh mata tak tak kasat . Seorang ustadzah berbadan bentuk semok tidak lepas dari intipan jahil . Setiap langkah ketika ustadzah itu pipis diabadikan, berubah khayalan untuk para pengintai . Kemudian, di sebuah kebun umum yang ramai orang, satu wanita jelita nekat membuang kencing . Sensasi melakukannya di depan umum memberinya kenikmatan tersendiri . Bahkan pula, di dalam toilet minimarket, seorang kasir tak terhindar dari pandangan pengintip . Setiap momen pribadinya dibuat bahan hiburan terlarang. Kembali ke Kafe Bambu, kali ini Cafe Bambu 2 menampilkan pemandangan sama sama menggoda . Seorang gadis dengan kerudung yang menarik pandangan lagi berubah fokus intipan . Ketenangan malam menjadi bukti diamnya aksi jahil ini. Di sebuah sudut berbeda, dua sahabat wanita berbagi mengamati ketika kencing . Momen persahabatan mereka yang keberanian mereka bersatu dalam aktivitas rahasia . Bahkan, seorang wanita yang tengah melakukan tugasnya pun tak luput dari intipan . Misteri serta keingintahuan menyelimuti tiap saat intipan ini . Di klub malam Tiongkok, suasana panas berlanjut dengan tindakan pipis yang kian liar . Para wanita membiarkan diri mereka terbawa hasrat . Sementara, di sebuah kamar mandi umum, satu wanita berkerudung sedang melaksanakan hasrat . Tiap momen pengamatan tersebut menjadi bagian dari sebuah kisah tersembunyi . Dari awal hingga akhir, perjalanan mengintip gadis pipis ini dipenuhi dengan sensasi serta hasrat tersembunyi.